Cyber Club SMK WIKRAMA Bogor
Puisi
Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa.
Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki
pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur
tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala
kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang
yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata
yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat
puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki
alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang
membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa
perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber
belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah
puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif
sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan
bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
Di bawah ini adalah beberapa puisi yang saya tulis tangan sendiri (maksudnya ketik deh) langsung aja. Oh iya sebelum kita masuk ke puisi gimana kalo kita belajar tentang majas ? Oke
Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Macam-Macam Majas dan Contohnya :
1) Majas Metafora adalah Gabungan dua hal yang berbeda
yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing
hitam
2) Majas Alegori adalah Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu
perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai
juru mudi
3) Majas Personifikasi adalah Majas yang melukiskan suatu benda
dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda
mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru
saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) adalah Suatu perbandingan dua
hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau
pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis adalah Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola adalah Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih –
lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya
kecelakaan
7) Majas Ironi adalah Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan
halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa
dibaca
8 ) Majas Litotes adalah Majas yang digunakan untuk mengecilkan
kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke
gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme adalah Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron adalah Majas yang antarbagiannya menyatakan
sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi
juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia adalah Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio adalah Majas yang mepergunakan peribahasa / kata –
kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku
pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme adalah Majas yang menggunakan kata – kata /
ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis adalah Majas yang manghilangkan suatu unsure
kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi adalah Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu
kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan
dia
16) Majas Pleonasme adalah Majas yang menggunakan kata – kata secara
berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari
naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks adalah Majas yang menyatakan sesuatu hal
berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati,
para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks adalah Majas yang menyatakan beberapa hal berturut –
turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak,
remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris adalah Majas yang berupa kalimat tanya yang
jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi adalah Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis adalah Majas yang mengandung ulangan kata yang
sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu
buah apel merah
22) Majas Repetisi adalah Majas perulangan kata – kata sebagai
penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme adalah Majas perulangan sebagaimana halnya
repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati
ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus adalah Majas yang berisi perulangan dan sekaligus
mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang
miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik adalah Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu
dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi
lintah darat
26) Majas Antonomasia adalah Majas yang menyebutkan nama lain
terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang
dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi adalah Majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk
mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
28) Sarkasme adalah sindiran kasar berupa ungkapan kasar yang dapat menyakitkan hati orang.
Contoh : Tidurnya saja sehari-hari seperti babi.
Kamu ini benar-benar goblok, bebal, otaku udang.
SAHABAT
Kalian akan selalu di hati
Kalian yang mengajarkanku banyak hal
Tawa canda kalian tak akan pernah ku lupa
Sedih kalian selalu kurasa
Tapi kini semua telah berakhir
Kalian berubah dalam sekejap
Hanya karena satu orang kalian begini terhadapku
Apa Salahku ?
Aku Ingin semua seperti semula
Tawa Canda Kalian menghiasi hariku
Tapi itu semua tak akan terjadi
Aku akan selalu merindukan Kalian Sahabat..........
Tuhan
Tuhan...
Aku tak ingin keadaan seperti ini
Aku tak ingin semua begini
Aku tak ingin semua berhenti di sini
Tuhan...
Aku ingin semua ini berakhir
Aku ingin seperti dulu lagi
Aku ingin ini tak terjadi
Tuhan....
Aku merindukannya
Aku merindukan SAHABAT
Sahabat yang dulu pernah ada
Tuhan......
Tolong kau kembalikan mereka untukku
Mereka yang selalu ada untukku
Bukan mereka yang seperti ini
Tuhan...
Apabila ini takdir-Mu aku akan terima
Tetapi aku ingin ini semua berhenti
Aku ingin mereka dapat berkumpul seperti dulu
Tuhan........
Aku ingin mereka sadar
Aku masih menyayangi mereka
Kabulkanlah Tuhan doaku ini .........
Follow My Twitter : ari_fauzi